Sunday, June 08, 2008

Jangan Tunggu Hari Esok.........



Tanpa permulaan, anda tidak akan sampai ke mana-mana
Orang yang bijak mempelajari banyak perkara daripada musuhnya sendiri.

Jika anda takut pada sesuatu, lihatlah & hadapilah.

Jika anda hilang segala-galanya, jangan lupa, kerana anda masih
mempunyai masa depan.

Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal
kemanisan.

Tidak pernah ada wujud orang malas. Orang yang dianggap malas ialah
orang yang tidak dapat mencari pekerjaan yang sesuai dengan minatnya.

Tidak penting sama ada, berapa lama kita hidup. Yang penting
bagaimana keadaan kita semasa hidup.

Semangat yang kuat mampu mengatasi apa saja cobaan yang datang.
Selagi kita mencoba dan berusaha, selagi itulah kita akan peroleh apa
yang kita hajati.

Anda tidak akan merasa bosan sekiranya melakukan perkara yang anda
suka.

Lumbung emas dalam diri kamu adalah fikiran kamu.
Kamu dapat
menggalinya sedalam-dalamnya dan sepuas-puas yang kamu inginkan

Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan
kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.

Orang yang paling berkuasa adalah orang yang dapat menguasai dirinya
sendiri

Kita selalu lupa atau jarang ingat apa yang kita miliki, tetapi kita sering
kali ingat apa yang orang lain ada.

Kegagalan ialah satu-satunya yang dapat diraih tanpa pengerahan
tenaga sedikit pun.

Seseorang menganggap ujian sebagai batu penghalang, Sedangkan orang
lain menganggapnya sebagai batu lonjatan.

Kekuatan tidak datang dari kemampuan fiskal, tetapi ianya datang dari
semangat yang tidak pernah mengalah.

Mengetahui perkara yang betul tidak memadai dan bermakna jika tidak
melakukan perkara yang betul.

SEPUCUK SURAT DARI SEORANG AYAH

Sepucuk surat dari seorang ayah


Aku tuliskan surat ini atas nama rindu
yang besarnya hanya Allah
yang tahu. Sebelum kulanjutkan,
bacalah
surat ini sebagai
surat
seorang laki-laki
kepada seorang laki-laki;
surat seorang ayah
kepada seorang ayah.
Nak, menjadi ayah itu indah
dan mulia. Besar kecemasanku
menanti kelahiranmu dulu
belum hilang hingga saat ini.
Kecemasan yang
indah karena ia didasari
sebuah cinta.Sebuah cinta yang
telah terasakan
bahkan ketika yang dicintai
belum sekalipun kutemui.
Nak, menjadi ayah itu mulia.
Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan
Rasul dan temukanlah betapa
nasehat yang terbaik itu dicatat
dari dialog seorang ayah
dengan anak-anaknya.
Meskipun demikian,
ketahuilah Nak, menjadi ayah
itu berat dan sulit.
Tapi kuakui, betapa sepanjang
masa kehadiranmu di sisiku,
aku seperti menemui
keberadaanku, makna
keberadaanmu,
dan makna tugas
kebapakanku terhadapmu.
Sepanjang masa keberadaanmu
adalah salah satu masa
terindah dan paling
aku banggakan di depan siapapun.
Bahkan dihadapan Allah,
ketika aku duduk berduaan
berhadapan dengan Nya,
hingga saat usia senja ini.
Nak, saat pertama engkau
hadir, kucium dan kupeluk
engkau sebagai
buah cintaku dan ibumu.
Sebagai bukti, bahwa aku
dan ibumu
tak lagi terpisahkan oleh
apapun jua.
Tapi seiring waktu, ketika
engkau suatu kali telah
mampu berkata:"TIDAK",,,,,,
timbul kesadaranku siapa
engkau sesungguhnya. Engkau
bukan milikku, atau milik ibumu Nak.
Engkau lahir bukan karena cintaku
dan cinta ibumu. Engkau adalah
milik Allah. Tak ada hakku
menuntut pengabdian darimu.
Karena pengabdianmu semata-mata
seharusnya hanya untuk Allah.
Nak, sedih,pedih dan
terhempaskan rasanya menyadari
siapa
sebenarnya aku dan siapa engkau.
Dan dalam waktu panjang
di malam-malam sepi,
kusesali kesalahanku itu
sepenuh -penuh air mata
dihadapan Allah.
Syukurlah, penyesalan
itu mencerahkanku.
Sejak saat itu Nak, satu-satunya
usahaku adalah mendekatkanmu
kepada pemilikmu yang sebenarnya.
Membuatmu senantiasa berusaha
memenuhi keinginan pemilikmu.
Melakukan segala sesuatu
karena Nya, bukan karena
kau dan ibumu.
Tugasku bukan membuatmu
dikagumi orang lain,
tapi agar engkau
dikagumi dan dicintai Allah.
Inilah usaha terberatku Nak,
karena artinya aku harus
lebih dulu memberi contoh
kepadamu dekat dengan Allah.
Keinginanku harus lebih dulu
sesuai dengan keinginan Allah.
Agar perjalananmu
mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai
perjalanan itu berdua,
tak pernah engkau
kuhindarkan dari kerikil
tajam dan lumpur hitam.
Aku cuma menggenggam
jemarimu dan merapatkan
jiwa kita satu
sama lain. Agar dapat kau
rasakan perjalanan ruhaniah
yang sebenarnya.
Saat engkau mengeluh letih berjalan,
kukuatkan engkau karena kita
memang tak boleh berhenti.
Perjalanan mengenal Allah
tak kenal letih dan berhenti, Nak.
Berhenti berarti mati,
inilah kata-kataku tiap kali
memeluk dan menghapus air
matamu,
ketika engkau hampir putus asa.
Akhirnya Nak, kalau nanti,
ketika semua manusia
dikumpulkan di hadapan Allah,
dan kudapati jarakku
amat jauh dari Nya,
aku akan ikhlas.
Karena seperti itulah
aku di dunia. Tapi,,,
kalau boleh aku berharap,
aku ingin saat itu aku
melihatmu dekat dengan Allah.
Aku akan bangga Nak,
karena itulah bukti bahwa
semua
titipan bisa kita kembalikan
kepada pemiliknya.
 
Dari ayah yang senantiasa
merindukanmu.